smanbi pondok meja illegal ?

Posted: March 12, 2011 in Uncategorized

SMAN BI Pondok Meja Illegal?
MEDIAJAMBI — Operasional dan keberadaan Sekolah Menengah Atas Negeri Bertaraf Internasional (SMAN BI) Provinsi Jambi di Pondok Meja dinilai illegal. Karena secara hukum, sekolah ini belum memiliki keputusan tetap yang dikeluarkan Kementrian Pendidikan Nasional.
Mulai tanggal 19 Oktober lalu, papan merek dan semua identitas bertuliskan Sekolah Bertaraf Internasional (SBNI) harus dicopot. Selanjutnya Diknas diinstruksikan mengubah status sekolah dari SBI menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Para pelajar dan para guru di sekolah mewah itu hanya bisa pasrah menanti nasib.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Iskandar Budiman menyatakan, status SBI di Pondok Meja ini diragukan. “Karena belum mendapat ketetapan dari Kemendiknas, saya anggap Sekolah Berstandar Internasional (SBI) di Pondok Meja itu illegal,” ujar Iskandar, Rabu (20/10) lalu. Pernyataan ini kemudian juga disampaikannya lewat Sidang Paripurna Pandangan Umum Fraksi di DPRD Provinsi Jambi, Jum’at (22/10) lalu.
Menurut Iskandar, ketetapan atau pemberian status SBI bukan dikeluarkan Gubernur. Melainkan Kementerian Pendidikan Nasional. Karena itu, telah terjadi kekeliruan dalam penetapan status ini.
Tenaga Ahli Komisi IV DPRD, Samsu Mpdi mengatakan, pada hearing antara Komisi dan Diknas Provinsi Jambi, Selasa (19/10) lalu disepakati, Diknas akan meninjau ulang dan mengevaluasi penuh terhadap keberadaan sekolah itu. Bahkan, ada kesepakatan, bahwa Diknas harus menurunkan seluruh papan merek yang terpampang di pinggir jalan, berisi sekolah tersebut berstatus SBI.

Diskriminasi
Samsu melihat, persoalan tidak sekadar pada status. Namun terdapat perbedaan pemahaman dan salah menterjemahkan antara RSBI dan SBI. Maraknya pemberitaan maupun pembahasan RSBI dan SBI beberapa waktu terakhir, ternyata juga melahirkan sudut pandang lain terhadap sekolah ini.
Kepada Media Jambi, Samsu mengatakan terjadi diskriminasi pendidikan di Provinsi Jambi. Alasannya, terjadi penurunan anggaran pendidikan dari 16 persen tahun 2010 menjadi 11 persen tahun 2011. “Dari 11 persen, hanya delapan persen yang terserap untuk belanja program. Selebihnya untuk biaya rutin seperti gaji guru dan tenaga pendidik,” sebutnya.
Tahun 2011, Dinas Pendidikan memperoleh dana sekitar Rp 153 miliar. Dari jumlah itu, 93,28 miliar diperuntukkan bagi belanja program dan kegiatan Diknas. “Nah untuk SBI saja sudah lima persen dari total belanja program. Padahal, banyak sekolah lain yang juga butuh perhatian,” lanjutnya. Dia setuju saja, jika Jambi memiliki banyak sekolah unggulan yang bakal melahirkan lulusan berkualitas. Hanya saja, tentu tidak mengabaikan keberadaan lembaga pendidikan yang lain.
Ketua Komisi IV DPRD, Aswan Jhari ketika diminta tanggapannya mengatakan, pihaknya tengah mengumpulkan data terkait kelangsungan SBI. Pihaknya telah meminta keterangan dari siswa, guru, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Kemudian dilanjutkan keterangan dari orang tua siswa.
Ketika ditanya soal status SBI ini, Azwan mengaku dirinya baru saja menerima informasi bahwa status SBI di Pondok Meja tersebut telah berstatus menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
“Jadi statusnya belum bertaraf internasional, baru persiapan saja, tapi kulturnya sudah mengarah ke SBI, baik dari kemapuan siswa dan sarana lainnya,” tegasnya. Mengenai digunakannya nama sekolah internasional, ini, Aswan menyatakan soal nama bisa saja dipakai sebagai merek, seperti nama tempat usaha bimbingan belajar.(jun)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s