Pendirian SMAN-Bi slaha Kaprah

Posted: March 12, 2011 in Uncategorized

AMBI – Status yang diemban Sekolah Menengah Atas Negeri-Bertaraf Internasional (SMAN-BI) Provinsi Jambi ternyata kembali menuai masalah. Betapa tidak, sekolah yang mendapat julukan bertaraf internasional itu, ternyata belum memiliki status yang jelas.

Sementara orang tua siswa yang anaknya mengenyam pendidikan di sana, hanya tahu sekolah milik Pemprov Jambi di Pondok Meja itu merupakan sekolah SBI.

Pengamat Pendidikan Provinsi Jambi, Syamsu Sag MPd mengatakan, status yang diemban sekolah megah bertaraf internasional di Pondok Meja milik Pemprov Jambi itu, memang jadi perdebatan hangat saat ini.

Hal ini dikarenakan status yang dimiliki tidak sesuai dengan realita yang ada. ‘’Sekolah itu kan serba baru, bangunannya baru, sarana dan prasarananya baru, gurunya baru dan siswanya pun baru. Sementara predikat sebagai SBI tidak cocok disandang, karena fasilitas yang ada belum lengkap. Hal ini berdampak pada prakteknya yang tidak maksimal,’’ kata Syamsu.

Menurutnya, pemerintah terlalu dini menyebut status sekolah itu sebagai SMUN-BI, sementara study kelayakannya belum ada. ‘’Kalau saya menilai, pemerintah itu salah kaprah,’’ sebutnya.

Agar persoalan status tidak berlarut-larut hingga membuat orang tua siswa resah, maka Diknas Provinsi Jambi harus segera mencabut statusnya sebagai SMUN-BI.
‘’Status itu salah. Yang direkomendasikan oleh Kemendiknas untuk RSBI menjadi SBI di Jambi ini hanya satu sekolah yakni Yayasan Titian Teras, sedangkan dua lagi (SMUN 1 dan SMUN 3) Kota Jambi dikembalikan. Jadi Provinsi Jambi hanya memiliki satu sekolah yang mendapat predikat SBI yakni sekolah Yayasan Titian Teras,’’
tegasnya.

Pada tahun ajaran baru nanti, sambungnya, siswa-siswa SBI Pondok Meja harus segera dipindahkan. Hal ini bertujuan agar persoalan itu tidak berlarut-larut.
Ia berharap, jika pemerintah ingin membentuk sekolah SBI, maka harus melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. Salah satu caranya adalah memanfaatkan sekolah-sekolah yang ada saat ini. Seperti Titian Teras dan sebagainya.

Apalagi, anggaran yang tersedot sangat besar. 40 persen dari pusat, provinsi 30 persen dan kabupaten/kota 30 persen. ‘’Seharunya studi kelayakannya harus ada, dan harus dikaji secara matang,’’ harapnya.

Bagaimana dengan gedung Diklat? Menurut dosen IAIN STS Jambi ini, saat sedang digodok Perda tentang pendidikan. Oleh karenanya, gedung itu harus dialih fungsikan.

‘’Kalau menurut saya, lebih baik gedungnya nanti dialihkan menjadi tempat Diklat guru di provinsi Jambi. Sebab, bangunan yang sudah ada sudah sangat megah, bila ini diteruskan maka akan memakan biaya yang tidak sedikit,’’ cetusnya.

Sementara, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Handayani MKes mengatakan, persoalan status sekolah saat ini masih dicari solusinya. ‘’Soal itu kita masih win-win solusion. Karena orang tua siswa juga mempertanyakan hal itu,’’ kata Handayani.

Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi H Idham Kholid, belum berhasil dikonfirmasi. Wakil Komite Sekolah, H Chairul Fuad SE menyatakan, terkait permasalahan yang menyangkut nasib anak-anak yang bersekolah di SMAN BI Jambi, mereka sudah mendatangi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Drs H Idham Kholid ME dan juga Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA).

‘’Namun, belum juga ada kejelasan soal permasalahan ini. Sehingga kami ingin curhat dengan dewan,’’ ujarnya, kemarin. Selama ini, kata Chairul, mereka merasa dibohongi dengan pernyataan-pernyataan yang menyebutkan jika SMAN BI Jambi tidak akan ditutup dari Kadis Pendidikan Provinsi Jambi. ‘’Namun, di kesempatan lain saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Jambi, pernyataannya sudah lain lagi,’’ tukas Chairul.

Selain itu, Chairul menyebutkan jika mereka dari komite sekolah yang mewakili sebanyak 94 wali murid ingin menyampaikan pernyataan penolakan terhadap rencana penutupan sekolah tersebut. Termasuk rencana memindahkan seluruh siwa yang ada di SMA Titian Teras (TT).

Karena dari pengakuan para siswa, diketahui jika mereka enjoy dan betah belajar di sekolah tersebut. ‘’Mereka malah menangis dan siap memperjuangkan saat diberi tahu bahwa sekolah mereka akan ditutup dan dialihkan ke SMA TT,’’ jelasnya.(zie)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s